English | Indonesia
Login
Wanita Indonesia, No. 1240, 24-30 Oktober 2013, Hal. 14
YANG MUDA YANG BERPRESTASI. Mengawali dari diri & sekitar. Adeline Tiffanie Suwana. Bersahabat dengan Alam. Kepedulian Adeline Tiffanie terhadap lingkungan membuahkan banyak pengalaman juga prestasi, salah satunya penghargaan The International Diana Award 2013 yang diterimanya September lalu.

Adeline, 17 tahun, bercerita awal tahun ini ia mendengar kabar adanya The International Diana Award 2013, sebuah penghargaan tingkat internasional untuk kalangan muda usia 9 sampai 18 tahun yang telah memberikan kontribusi positif kepada komunitas di lingkungannya maupun pada mansyarakat internasional. Atas rekomendasi beberapa orang ia pun ikut serta.

"Senang sekali karena hasilnya baik," syukur Adeline, tersenyum.

Penghargaan itu dari Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron dan diserahkan Daniel Gothard, Award Project Officer dari the Diana Award pada Duta besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya, T.M. Hamzah Thayeb, yang meneruskannya kepada Adeline melalui Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Inggris di Jakarta.

Kepedulian putri kedua dari tiga bersaudara ini berawal di tahun 2008 ketika ia mendirikan sebuah klub untuk anak-anak peduli lingkungan yang ia beri nama Sahabat Alam. Gadis berambut panjang ini mengorganisir sekitar 150 teman sekolahnya ntuk menanam mangrove di kawasan pantai Jakarta dan pelestarian koral di perairan Kepulauan Seribu.

Aksi ini muncul karena pengalaman buruknya dengan banjir besar yang melanda Jakarta, tahun 2007 lalu. Saat itu tempat tinggal keluarga Adeline dan para tentangganya di Jakarta Utara, hampir tenggelam.

"Karena banjirnya cukup parah, kami sampai mengungsi di daerah Matraman, Anehnya, di daerah sana justru "kering" tidak ada genangan air sama sekali," kenang mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Keheranan ini mendorong Adeline yang ketika itu masih SMP, mencari informasi lebih dalam. Ia pun bertanya pada guru dan orang tuanya, serta mencari tahu di internet mengapa hal itu bisa terjadi. Satu jawaban yang kala itu masih asing di telinganya, pemanasan global.

"Ternyata banyak teman yang belum tahu, akhirnya aku tergerak untuk menyebarkan wawasan ini dan mencari tahu kegiatan apa yang bisa dilakukan. Akhirnya kami memutuskan, sslah satunya adalah dengan menanam mangrove itu," papar Adeline.

Sejak itu makin banyak program yang dijalankan Adeline dan teman-temannya di klub Sahabat Alam. Mulai dari seminar ke sekolah-sekolah untuk menyebarkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan, hingga membuat gerakan menanam bersama.

Beragam pengalaman ia dapatkan. Apalagi saat mendengar pendapat para siswa lain saat sesi berpendapat. Adeline kagum, sebenarnya banyak yang memiliki pemikiran unik untuk menjaga lingkungannya. Dari sana ia mengembangkan banyak kegiatan untuk menjaga lingkungan, di antaranya membersihknan sampah bersama-sama.

Hasilnya, beragam, penghargaan telah Adeline raih. Seperti berupa Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada 2013, juga penghargaan dari Indonesia Green Awards sebagai Pemimpin Pelestari Bumi, Pelestari Nilai Luhur Komunitas dan Pelestari Energi Terbarukan

Dari Luar negeri, tahun lalu Adeline meraih pengharggan dari International Green Awards sebagai Gold Winner - Most Sustainable NGO, London, Inggris. Adeline juga banyak menghadiri konferensi di berbagai Negara terkait lingkungan.

Adeline bersyukur saat ini makin bayak masyarakat Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya menjga lingkungan. Meski tentu saja tetap masih belum maksimal.

"Aku ingin lebih banyak lagi pemuda yang aktif menyuarakan dan melakukan kegiatan peduli lingkngan," harapnya.

 

  


Copyright © 2018 Sahabat Alam. All Rights Reserved.